• Get your website rank on 1st page of Search Engines
    https://medium.com/@uxdmedia/get-your-website-rank-on-1st-page-of-search-engines-67149fd30231
    Get your website rank on 1st page of Search Engines https://medium.com/@uxdmedia/get-your-website-rank-on-1st-page-of-search-engines-67149fd30231
    Get your website rank on 1st page of Search Engines
    Are your website ranked in Google, Yahoo and Bing?
    MEDIUM.COM
    0 Comments 0 Shares
  • Penggunaan Huruf Kapital












    Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar.



    Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan:



    1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda.



    2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang.



    Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan:
    "Apa kabar, Bu Intan?"



    Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya:
    Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan.



    3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya.



    Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru



    4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb.



    5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat.
    Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah.

    Contoh:
    "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja)
    "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat)



    Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik.



    Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis.



    Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam.

    Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog.






    source : http://vseo.org
    Penggunaan Huruf Kapital Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar. Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan: 1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda. 2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang. Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan: "Apa kabar, Bu Intan?" Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya: Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan. 3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya. Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru 4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb. 5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat. Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah. Contoh: "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja) "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat) Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik. Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis. Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam. Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog. source : http://vseo.org
    http://vseo.org/
    See related links to what you are looking for.
    VSEO.ORG
    0 Comments 0 Shares
  • Penggunaan Huruf Kapital












    Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar.



    Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan:



    1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda.



    2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang.



    Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan:
    "Apa kabar, Bu Intan?"



    Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya:
    Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan.



    3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya.



    Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru



    4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb.



    5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat.
    Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah.

    Contoh:
    "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja)
    "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat)



    Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik.



    Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis.



    Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam.

    Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog.






    Website : http://vseo.org
    Penggunaan Huruf Kapital Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar. Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan: 1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda. 2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang. Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan: "Apa kabar, Bu Intan?" Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya: Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan. 3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya. Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru 4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb. 5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat. Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah. Contoh: "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja) "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat) Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik. Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis. Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam. Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog. Website : http://vseo.org
    http://vseo.org/
    See related links to what you are looking for.
    VSEO.ORG
    0 Comments 0 Shares
  • #SocialMediaOptimization #SMOServices in Noida Delhi NCR - Astrum Infotech

    https://astruminfotechs.kinja.com/smo-services-noida-smo-company-in-noida-smo-service-1841103269

    #SMO services in Noida Delhi NCR – Are You looking for the best social media optimization (SMO) Service Provider to make your own brand identity on the online platform, Then you can contact India`s #BestSMOcompany In Noida Delhi NCR which help to improve your social media presence.
    #SocialMediaOptimization #SMOServices in Noida Delhi NCR - Astrum Infotech https://astruminfotechs.kinja.com/smo-services-noida-smo-company-in-noida-smo-service-1841103269 #SMO services in Noida Delhi NCR – Are You looking for the best social media optimization (SMO) Service Provider to make your own brand identity on the online platform, Then you can contact India`s #BestSMOcompany In Noida Delhi NCR which help to improve your social media presence.
    SMO Services Noida | SMO Company in Noida | SMO Services - Astrum Infotech
    Astrum Infotech is a certified SMO services provider company in Noida, India. We make a brand personality for your organization and afterward showcase your items through on the web. Our SMO Services help advance your business in a quick method for advertising done through social media circuits, for example, Facebook, LinkedIn, and Twitter to carry traffic to your website. We are centered on Digital Marketing and brand working for our clients. We interface customer sites to all mainstream interpersonal interaction destinations and other network gateways and advance magnificently on the web.
    ASTRUMINFOTECHS.KINJA.COM
    0 Comments 0 Shares
  • Social Media Marketers And The Uses Of 360 Degree Live Streaming

    Social media marketers have inclined towards VR webcasting and 360-degree Live streaming technologies. It is one of the latest feats of innovation and achievement.

    https://www.dreamcast.in/blog/social-media-marketers-and-the-uses-of-360-degree-live-streaming/
    Social Media Marketers And The Uses Of 360 Degree Live Streaming Social media marketers have inclined towards VR webcasting and 360-degree Live streaming technologies. It is one of the latest feats of innovation and achievement. https://www.dreamcast.in/blog/social-media-marketers-and-the-uses-of-360-degree-live-streaming/
    1
    0 Comments 0 Shares
  • ➽➜R⇢7/12➤=RESEARCH ➽=ALL
    The West Is Run by BarbariansHow much longer are we accepting the tyrannical dictate of the American rulers? It gets worse by the day – and it looks like the western world’s “leaders” (sic – so sic!) are caving in ever more to the American killing machine – the European Union – and all its members heads of state, and all the Zion-Anglosaxons and Japan – no one dares standing up and shouting “NO!” – no more of your hegemonic atrocities! – But they all bend over backwards to please a criminal empire, run like the Barbarians.
    Imagine, the so-called world leader invites you to a foreign country to help mediate between different factions, you accept, and when you arrive at the airport, he kills you. Then he smiles and boasts in utter satisfaction that he has given the order to **** – **** by remote control, by drone. Much worse than extra-judiciary ******, because there was never any accusation launched against you – except for lies.
    https://www.globalresearch.ca/west-run-barbarians/5700435?fbclid=IwAR0jPMzHn2E2F6IUTtMHFRFdMR1KYo4xZBTxXRwuLK0JtPK5wIWVtyj5nuE
    ➽➜R⇢7/12➤=RESEARCH ➽=ALL The West Is Run by BarbariansHow much longer are we accepting the tyrannical dictate of the American rulers? It gets worse by the day – and it looks like the western world’s “leaders” (sic – so sic!) are caving in ever more to the American killing machine – the European Union – and all its members heads of state, and all the Zion-Anglosaxons and Japan – no one dares standing up and shouting “NO!” – no more of your hegemonic atrocities! – But they all bend over backwards to please a criminal empire, run like the Barbarians. Imagine, the so-called world leader invites you to a foreign country to help mediate between different factions, you accept, and when you arrive at the airport, he kills you. Then he smiles and boasts in utter satisfaction that he has given the order to kill – kill by remote control, by drone. Much worse than extra-judiciary murder, because there was never any accusation launched against you – except for lies. https://www.globalresearch.ca/west-run-barbarians/5700435?fbclid=IwAR0jPMzHn2E2F6IUTtMHFRFdMR1KYo4xZBTxXRwuLK0JtPK5wIWVtyj5nuE
    The West Is Run by Barbarians
    0 Comments 0 Shares
  • Penggunaan Huruf Kapital












    Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar.



    Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan:



    1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda.



    2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang.



    Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan:
    "Apa kabar, Bu Intan?"



    Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya:
    Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan.



    3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya.



    Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru



    4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb.



    5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat.
    Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah.

    Contoh:
    "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja)
    "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat)



    Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik.



    Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis.



    Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam.

    Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog.






    Read moore : http://yourwebsitelink.com
    Penggunaan Huruf Kapital Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar. Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan: 1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda. 2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang. Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan: "Apa kabar, Bu Intan?" Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya: Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan. 3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya. Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru 4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb. 5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat. Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah. Contoh: "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja) "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat) Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik. Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis. Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam. Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog. Read moore : http://yourwebsitelink.com
    0 Comments 0 Shares
  • Combat Fighter for Your Practical Survival Guide


    Combat Fighter - The Most Recommended Survival Program



    John Black designed a really handy survival guideline when he was doing the job for the US military that's Called Combat Fighter. For instance, if you would like to possess particular capabilities which will assistance yourself and your family security at home, so this guidebook is suitable for you. Threats are constantly just about everywhere around us without having us realizing when it will comes, so it truly is essential to find out survival guideline just in the event you need to cope with burglars, looters, along with other criminals, there's nothing improper with it. We must continue to keep our consciousness at any time we are. This Combat Fighter tutorial is charged at $37 that can be placed to all corners in the world using the available e-commerce types. Just input the Combat Fighter search term from the search bar, there will be many marketers present this item. What's amazing is, you do not need to worry about this program for the reason that this book is provided with warranty. If you don't really feel the benefits, then John Black will offer again your hard earned money. Aside from your main products, additionally, there are three reward guides that you simply may get for just one immediate bundle, the main points are as follows.


    The primary one is called the "Advanced Awareness Manual" that could enable user to know the strategies of scanning issues finished by the heart, surroundings and surroundings which have been deemed not helpful so that you can develop consciousness and circumstances.


    The next is "lpha Survival Manual" that has recommendations when you are going through an unexpected emergency condition and particularly you and anyone all around you. This can be amazing mainly because it is really a tutorial that may be simple for everyone to grasp, and there are many discourses that help you be far more certain in studying a way since it has the correct selections for you, such as kids and protection in pretty straightforward and different exclusive ways.


    The final package is "Alpha Nation Online Coach Community" and that is a guideline to permit you to link with selected people who are master in the industry of survival guide. You'll have occasions to read their writing, chat with them, trade helpful articles, search for brand new sciences, ask questions, locate unique details, uncover the experiences of person who also pursue survival program, and so on. In reality, on this modern day full of dynamics, the survival manual isn't any longer an alternative since it can be a challenge that everyone will have to know about. For that reason, Combat Fighter tutorial is usually a superior option and will be advisable towards your family and friends.



    Web : http://yourwebsitelink.com
    Combat Fighter for Your Practical Survival Guide Combat Fighter - The Most Recommended Survival Program John Black designed a really handy survival guideline when he was doing the job for the US military that's Called Combat Fighter. For instance, if you would like to possess particular capabilities which will assistance yourself and your family security at home, so this guidebook is suitable for you. Threats are constantly just about everywhere around us without having us realizing when it will comes, so it truly is essential to find out survival guideline just in the event you need to cope with burglars, looters, along with other criminals, there's nothing improper with it. We must continue to keep our consciousness at any time we are. This Combat Fighter tutorial is charged at $37 that can be placed to all corners in the world using the available e-commerce types. Just input the Combat Fighter search term from the search bar, there will be many marketers present this item. What's amazing is, you do not need to worry about this program for the reason that this book is provided with warranty. If you don't really feel the benefits, then John Black will offer again your hard earned money. Aside from your main products, additionally, there are three reward guides that you simply may get for just one immediate bundle, the main points are as follows. The primary one is called the "Advanced Awareness Manual" that could enable user to know the strategies of scanning issues finished by the heart, surroundings and surroundings which have been deemed not helpful so that you can develop consciousness and circumstances. The next is "lpha Survival Manual" that has recommendations when you are going through an unexpected emergency condition and particularly you and anyone all around you. This can be amazing mainly because it is really a tutorial that may be simple for everyone to grasp, and there are many discourses that help you be far more certain in studying a way since it has the correct selections for you, such as kids and protection in pretty straightforward and different exclusive ways. The final package is "Alpha Nation Online Coach Community" and that is a guideline to permit you to link with selected people who are master in the industry of survival guide. You'll have occasions to read their writing, chat with them, trade helpful articles, search for brand new sciences, ask questions, locate unique details, uncover the experiences of person who also pursue survival program, and so on. In reality, on this modern day full of dynamics, the survival manual isn't any longer an alternative since it can be a challenge that everyone will have to know about. For that reason, Combat Fighter tutorial is usually a superior option and will be advisable towards your family and friends. Web : http://yourwebsitelink.com
    0 Comments 0 Shares
  • Combat Fighter for Your Practical Survival Guide


    Combat Fighter - The Most Recommended Survival Program



    John Black designed a really handy survival guideline when he was doing the job for the US military that's Called Combat Fighter. For instance, if you would like to possess particular capabilities which will assistance yourself and your family security at home, so this guidebook is suitable for you. Threats are constantly just about everywhere around us without having us realizing when it will comes, so it truly is essential to find out survival guideline just in the event you need to cope with burglars, looters, along with other criminals, there's nothing improper with it. We must continue to keep our consciousness at any time we are. This Combat Fighter tutorial is charged at $37 that can be placed to all corners in the world using the available e-commerce types. Just input the Combat Fighter search term from the search bar, there will be many marketers present this item. What's amazing is, you do not need to worry about this program for the reason that this book is provided with warranty. If you don't really feel the benefits, then John Black will offer again your hard earned money. Aside from your main products, additionally, there are three reward guides that you simply may get for just one immediate bundle, the main points are as follows.


    The primary one is called the "Advanced Awareness Manual" that could enable user to know the strategies of scanning issues finished by the heart, surroundings and surroundings which have been deemed not helpful so that you can develop consciousness and circumstances.


    The next is "lpha Survival Manual" that has recommendations when you are going through an unexpected emergency condition and particularly you and anyone all around you. This can be amazing mainly because it is really a tutorial that may be simple for everyone to grasp, and there are many discourses that help you be far more certain in studying a way since it has the correct selections for you, such as kids and protection in pretty straightforward and different exclusive ways.


    The final package is "Alpha Nation Online Coach Community" and that is a guideline to permit you to link with selected people who are master in the industry of survival guide. You'll have occasions to read their writing, chat with them, trade helpful articles, search for brand new sciences, ask questions, locate unique details, uncover the experiences of person who also pursue survival program, and so on. In reality, on this modern day full of dynamics, the survival manual isn't any longer an alternative since it can be a challenge that everyone will have to know about. For that reason, Combat Fighter tutorial is usually a superior option and will be advisable towards your family and friends.



    Visit For More Info : http://yourwebsitelink.com
    Combat Fighter for Your Practical Survival Guide Combat Fighter - The Most Recommended Survival Program John Black designed a really handy survival guideline when he was doing the job for the US military that's Called Combat Fighter. For instance, if you would like to possess particular capabilities which will assistance yourself and your family security at home, so this guidebook is suitable for you. Threats are constantly just about everywhere around us without having us realizing when it will comes, so it truly is essential to find out survival guideline just in the event you need to cope with burglars, looters, along with other criminals, there's nothing improper with it. We must continue to keep our consciousness at any time we are. This Combat Fighter tutorial is charged at $37 that can be placed to all corners in the world using the available e-commerce types. Just input the Combat Fighter search term from the search bar, there will be many marketers present this item. What's amazing is, you do not need to worry about this program for the reason that this book is provided with warranty. If you don't really feel the benefits, then John Black will offer again your hard earned money. Aside from your main products, additionally, there are three reward guides that you simply may get for just one immediate bundle, the main points are as follows. The primary one is called the "Advanced Awareness Manual" that could enable user to know the strategies of scanning issues finished by the heart, surroundings and surroundings which have been deemed not helpful so that you can develop consciousness and circumstances. The next is "lpha Survival Manual" that has recommendations when you are going through an unexpected emergency condition and particularly you and anyone all around you. This can be amazing mainly because it is really a tutorial that may be simple for everyone to grasp, and there are many discourses that help you be far more certain in studying a way since it has the correct selections for you, such as kids and protection in pretty straightforward and different exclusive ways. The final package is "Alpha Nation Online Coach Community" and that is a guideline to permit you to link with selected people who are master in the industry of survival guide. You'll have occasions to read their writing, chat with them, trade helpful articles, search for brand new sciences, ask questions, locate unique details, uncover the experiences of person who also pursue survival program, and so on. In reality, on this modern day full of dynamics, the survival manual isn't any longer an alternative since it can be a challenge that everyone will have to know about. For that reason, Combat Fighter tutorial is usually a superior option and will be advisable towards your family and friends. Visit For More Info : http://yourwebsitelink.com
    0 Comments 0 Shares
  • Penggunaan Huruf Kapital












    Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar.



    Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan:



    1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda.



    2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang.



    Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan:
    "Apa kabar, Bu Intan?"



    Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya:
    Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan.



    3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya.



    Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru



    4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb.



    5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat.
    Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah.

    Contoh:
    "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja)
    "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat)



    Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik.



    Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis.



    Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam.

    Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog.






    Read moore : http://yourwebsitelink.com
    Penggunaan Huruf Kapital Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar. Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan: 1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda. 2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang. Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan: "Apa kabar, Bu Intan?" Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya: Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan. 3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya. Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru 4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb. 5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat. Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah. Contoh: "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja) "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat) Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik. Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis. Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam. Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog. Read moore : http://yourwebsitelink.com
    0 Comments 0 Shares
  • Penggunaan Huruf Kapital












    Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar.



    Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan:



    1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda.



    2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang.



    Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan:
    "Apa kabar, Bu Intan?"



    Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya:
    Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan.



    3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya.



    Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru



    4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb.



    5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat.
    Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah.

    Contoh:
    "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja)
    "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat)



    Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik.



    Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis.



    Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam.

    Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog.






    : http://yourwebsitelink.com
    Penggunaan Huruf Kapital Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar. Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan: 1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda. 2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang. Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan: "Apa kabar, Bu Intan?" Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya: Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan. 3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya. Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru 4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb. 5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat. Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah. Contoh: "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja) "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat) Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik. Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis. Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam. Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog. : http://yourwebsitelink.com
    0 Comments 0 Shares
  • Combat Fighter for Your Great Survival Program


    Combat Fighter - The Ideal Survival Guideline



    John Black, who once been employed with the US military, created an incredibly practical guide. This program is named a Combat Fighter that is a survival daily life manual that is certainly practical for individual guard and resolution motive. This manual is ideal for you to have special techniques that can help yourself and your family members basic safety in the home. It can be essential to master survival guideline just in case you have to handle thieves, looters, and also other criminals since risks are generally everywhere around us without having us understanding when it will arrives. We have to retain our recognition whenever we are. This Combat Fighter guidebook is charged at 37 USD which can be shipped to all places in the world using the popular retailing types. Just browse the Combat Fighter search term from the search engine, there will be numerous suppliers offer you this guide. What is exciting is, you do not have to worry about this book for the reason that this plan is provided with guarantee. If you do not feel the advantages, then John Black will send again your money. You can also find a few bonus guides which you could possibly get for 1 immediate bundle, the main points are as follows.


    The primary one is named the "Advanced Awareness Manual" that could assist you to know the procedures of scanning matters performed with the mind, environment and surroundings which might be thought of not good in order to generate recognition and situations.


    Second is "lpha Survival Manual" which consists of tips any time you are struggling with an emergency scenario and specially your own self and everyone all around you. This is often interesting since it is really a guide which is effortless for everyone to grasp, and there are many discourses that let you be far more certain in mastering a method mainly because it has the best options for you, for example kids and protection in very uncomplicated and various specific ways.


    The last package is "Alpha Nation Online Coach Community" that's a information to permit you to hook up with certain individuals that are gurus inside the area of survival direction. You should have situations to browse their writing, chat with them, trade useful content material, look for brand new sciences, talk to questions, discover specific data, figure out the activities of people who also go after survival program, etc. In truth, within this modern era packed with dynamics, the survival manual is not any longer a choice because it can be a challenge that everyone must find out about. Thus, Combat Fighter guide could be a excellent alternative and might be advisable to the loved ones.



    More Info : http://detik.com
    Combat Fighter for Your Great Survival Program Combat Fighter - The Ideal Survival Guideline John Black, who once been employed with the US military, created an incredibly practical guide. This program is named a Combat Fighter that is a survival daily life manual that is certainly practical for individual guard and resolution motive. This manual is ideal for you to have special techniques that can help yourself and your family members basic safety in the home. It can be essential to master survival guideline just in case you have to handle thieves, looters, and also other criminals since risks are generally everywhere around us without having us understanding when it will arrives. We have to retain our recognition whenever we are. This Combat Fighter guidebook is charged at 37 USD which can be shipped to all places in the world using the popular retailing types. Just browse the Combat Fighter search term from the search engine, there will be numerous suppliers offer you this guide. What is exciting is, you do not have to worry about this book for the reason that this plan is provided with guarantee. If you do not feel the advantages, then John Black will send again your money. You can also find a few bonus guides which you could possibly get for 1 immediate bundle, the main points are as follows. The primary one is named the "Advanced Awareness Manual" that could assist you to know the procedures of scanning matters performed with the mind, environment and surroundings which might be thought of not good in order to generate recognition and situations. Second is "lpha Survival Manual" which consists of tips any time you are struggling with an emergency scenario and specially your own self and everyone all around you. This is often interesting since it is really a guide which is effortless for everyone to grasp, and there are many discourses that let you be far more certain in mastering a method mainly because it has the best options for you, for example kids and protection in very uncomplicated and various specific ways. The last package is "Alpha Nation Online Coach Community" that's a information to permit you to hook up with certain individuals that are gurus inside the area of survival direction. You should have situations to browse their writing, chat with them, trade useful content material, look for brand new sciences, talk to questions, discover specific data, figure out the activities of people who also go after survival program, etc. In truth, within this modern era packed with dynamics, the survival manual is not any longer a choice because it can be a challenge that everyone must find out about. Thus, Combat Fighter guide could be a excellent alternative and might be advisable to the loved ones. More Info : http://detik.com
    detikcom - Informasi Berita Terupdate Hari Ini
    Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional
    DETIK.COM
    0 Comments 0 Shares
  • Penggunaan Huruf Kapital












    Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar.



    Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan:



    1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda.



    2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang.



    Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan:
    "Apa kabar, Bu Intan?"



    Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya:
    Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan.



    3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya.



    Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru



    4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb.



    5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat.
    Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah.

    Contoh:
    "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja)
    "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat)



    Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik.



    Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis.



    Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam.

    Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog.






    More Information : http://yourwebsitelink.com
    Penggunaan Huruf Kapital Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar. Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan: 1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda. 2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang. Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan: "Apa kabar, Bu Intan?" Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya: Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan. 3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya. Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru 4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb. 5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat. Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah. Contoh: "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja) "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat) Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik. Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis. Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam. Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog. More Information : http://yourwebsitelink.com
    0 Comments 0 Shares
  • Penggunaan Huruf Kapital












    Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar.



    Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan:



    1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda.



    2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang.



    Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan:
    "Apa kabar, Bu Intan?"



    Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya:
    Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan.



    3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya.



    Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru



    4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb.



    5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat.
    Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah.

    Contoh:
    "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja)
    "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat)



    Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik.



    Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis.



    Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam.

    Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog.






    Web : http://yourwebsitelink.com
    Penggunaan Huruf Kapital Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar. Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan: 1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda. 2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang. Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan: "Apa kabar, Bu Intan?" Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya: Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan. 3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya. Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru 4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb. 5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat. Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah. Contoh: "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja) "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat) Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik. Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis. Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam. Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog. Web : http://yourwebsitelink.com
    0 Comments 0 Shares
  • Projector mini
    Bhairahawa
    It opens, it runs but problem is in picture . It doesn't comes clean picture output(white line and side ...). Maybe software or hardware problem , doesn't know.
    It is multimedia projector memory hdmi usb all function there
    It opens, it runs but problem is in picture . It doesn't comes clean picture output(white line and side ...). Maybe software or hardware problem , doesn't know. It is multimedia projector memory hdmi usb all function there
    Type
    Used
    Price
    Rs1000 (NPR)
    Status
    In stock
    1
    0 Comments 0 Shares
  • A problem in tracking orders? Call on Amazon Customer Service number
    Suppose, you’ve placed an order and unable to track your order then we would prefer you to make a call on our Amazon Customer Service number without any interruption. We have an instant solution to every query whether the query is simple or complex. Moreover, every detail of your order can be given immediately to you by engaging with our professionals. They are reliable and transparent in every aspect of account. https://www.msn-homepage.com/amazon-customer-service-phone-number/
    A problem in tracking orders? Call on Amazon Customer Service number Suppose, you’ve placed an order and unable to track your order then we would prefer you to make a call on our Amazon Customer Service number without any interruption. We have an instant solution to every query whether the query is simple or complex. Moreover, every detail of your order can be given immediately to you by engaging with our professionals. They are reliable and transparent in every aspect of account. https://www.msn-homepage.com/amazon-customer-service-phone-number/
    Amazon Customer Service | Dial : +1-833-694-5999 24/7 Available
    Resolve your all hitches and glitches by availing the Amazon Customer Service. You can contact our support at any time as we are all time available for help
    WWW.MSN-HOMEPAGE.COM
    0 Comments 0 Shares
  • A problem in tracking orders? Call on Amazon Customer Service number
    Suppose, you’ve placed an order and unable to track your order then we would prefer you to make a call on our Amazon Customer Service number without any interruption. We have an instant solution to every query whether the query is simple or complex. Moreover, every detail of your order can be given immediately to you by engaging with our professionals. They are reliable and transparent in every aspect of account. https://www.msn-homepage.com/amazon-customer-service-phone-number/
    A problem in tracking orders? Call on Amazon Customer Service number Suppose, you’ve placed an order and unable to track your order then we would prefer you to make a call on our Amazon Customer Service number without any interruption. We have an instant solution to every query whether the query is simple or complex. Moreover, every detail of your order can be given immediately to you by engaging with our professionals. They are reliable and transparent in every aspect of account. https://www.msn-homepage.com/amazon-customer-service-phone-number/
    Amazon Customer Service | Dial : +1-833-694-5999 24/7 Available
    Resolve your all hitches and glitches by availing the Amazon Customer Service. You can contact our support at any time as we are all time available for help
    WWW.MSN-HOMEPAGE.COM
    0 Comments 0 Shares
  • Query in signing up amazon prime grab Amazon Customer Service
    If you are facing problems in amazon sign up then immediately look for help online. We suggest you to take our Amazon Customer Service help without any interruption. There are various solutions available with our amazon customer care representatives. You just have to make a call and get solutions faster. We have highly technical representatives who work hard day and night and are available all round the clock. So without any hesitation sign up amazon prime. https://www.askfor-help.com/phone-number/amazon
    Query in signing up amazon prime grab Amazon Customer Service If you are facing problems in amazon sign up then immediately look for help online. We suggest you to take our Amazon Customer Service help without any interruption. There are various solutions available with our amazon customer care representatives. You just have to make a call and get solutions faster. We have highly technical representatives who work hard day and night and are available all round the clock. So without any hesitation sign up amazon prime. https://www.askfor-help.com/phone-number/amazon
    0 Comments 0 Shares
  • Penggunaan Huruf Kapital












    Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar.



    Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan:



    1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda.



    2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang.



    Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan:
    "Apa kabar, Bu Intan?"



    Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya:
    Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan.



    3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya.



    Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru



    4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb.



    5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat.
    Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah.

    Contoh:
    "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja)
    "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat)



    Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik.



    Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis.



    Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam.

    Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog.






    source : yourlink.com
    Penggunaan Huruf Kapital Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar. Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan: 1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda. 2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang. Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan: "Apa kabar, Bu Intan?" Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya: Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan. 3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya. Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru 4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb. 5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat. Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah. Contoh: "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja) "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat) Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik. Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis. Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam. Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog. source : yourlink.com
    0 Comments 0 Shares
  • Penggunaan Huruf Kapital












    Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar.



    Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan:



    1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda.



    2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang.



    Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan:
    "Apa kabar, Bu Intan?"



    Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya:
    Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan.



    3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya.



    Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru



    4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb.



    5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat.
    Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah.

    Contoh:
    "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja)
    "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat)



    Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik.



    Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis.



    Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam.

    Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog.






    source : yourlink.com
    Penggunaan Huruf Kapital Ketika saya beberapa kali membaca naskah calon e-book teman-teman PNBB, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Lewat catatan ini, saya akan mencoba memaparkannya satu-persatu dengan tujuan agar naskah kita berikutnya bisa lebih baik lagi. Tapi perlu diingat, saya sebenarnya bukanlah orang yang layak memberikan tips menulis hehe, sebab saya sendiri juga masih mencoba belajar. Apa yang saya tulis ini adalah sekadar untuk berbagi kepada teman-teman, supaya kita bisa sama-sama belajar. Pertama, masih seputar EYD. Saya juga memang bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mana EYD yang benar atau tidak, sebab saya sendiri tidak berlatar belakang sastra Indonesia dan sejenisnya. Tapi karena tuntutan mengedit naskah, akhirnya membuat saya belajar lagi membuka-buka buku tentang EYD atau sekadar mencari di internet. Kesalahan yang banyak terjadi yang saya lihat setelah mengedit naskah adalah masalah penulisan EYD. Ada beberapa contoh yang bisa kita angkat dan diskusikan: 1. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda petik, tanda penghubung dan sebagainya yang kurang pas. Terkadang saya menemukan sebuah paragraf dengan kalimat yang sebenarnya belum selesai, tapi sudah titik. Kadang ada kalimat yang seharusnya diberi koma, tapi tidak diberi koma, alhasil kita seperti mendengar orang yang sedang berbicara tanpa jeda. 2. Penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kita harus bisa membedakan mana kata sapaan, mana nama orang. Penggunaan huruf kapital untuk kata sapaan haruslah huruf besar, misalnya dalam percakapan: "Apa kabar, Bu Intan?" Berbeda ketika kita menceritakan di luar percakapan, misalnya: Kemarin kami pergi mengunjungi rumah bu Intan. 3. Penggunaan kata baku dan tidak baku. Memang sebaiknya kita perlu menambah pengetahuan tentang kosakata baku. Kadang-kadang antara kedua kata ini sering bertukar, yang harusnya baku jadi tidak baku, dan sebaliknya. Misalnya: baku - justru / tidak baku - justeru 4. Cara penulisan percakapan sebaiknya perlu kita pelajari lagi, bagaimana seharusnya tanda baca diletakkan, di bagian mana huruf kapital digunakan, dsb. 5. Penggunaan awalan "di" yang sering kurang tepat. Sekedar informasi, untuk mengawali kata kerja, awalan "di" haruslah disambung, sedangkan untuk menunjukkan tempat, awalan "di" seharusnya dipisah. Contoh: "Botol itu dibalik olehnya" (kata kerja) "Botol itu ada di balik pohon" (menunjukkan tempat) Dengan semakin giatnya kita memperbaiki EYD, maka naskah kita akan semakin berkurang kesalahan penulisannya, dan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi pencitraan penulis dan komunitas. EYD yang benar tidak harus mengekang penulis untuk menulis dengan bahasa sehari-hari. Meskipun tidak menggunakan kata sesuai kamus, misalnya: gak, enggak, tapi jika diramu secara apik dengan tanda baca, susunan kalimat dan elemen lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik. Kedua, sebaiknya jika menulis profil penulis, gunakan jenis tulisan narasi, alias menceritakan tentang diri kita, dan bukan sebatas biodata atau keterangan tempat lahir, pekerjaan, dsb. Ada baiknya kita mulai belajar membuat profil berbentuk narasi, sehingga lebih enak dibaca. Selipkan juga prestasi di bidang kepenulisan yang pernah dicapai, misalnya pernah menang lomba menulis, atau karyanya pernah dimuat di media lokal, atau pernah menerbitkan buku, dsb. Ini akan menjadi credit point bagi penulis. Ketiga, ketika membuat sebuah pengantar, jangan lupa juga untuk menjelaskan latar belakang mengapa tulisan/e-book itu dibuat. Dan kalau bisa juga dipaparkan secara singkat deskripsi secara umum tentang e-book yang kita tulis, misalnya tentang apa e-book tersebut, tema apa, dsb. Jika sampul e-book merupakan pintu gerbang/pagarnya, maka pengantar merupakan pintu rumah kita sebelum pembaca memasuki rumah kita lebih dalam. Bagi Anda yang menyukai buku dan gemar membaca, Anda bisa baca-baca ulasan buku yang kami publikasikan di blog. source : yourlink.com
    0 Comments 0 Shares

No results to show

No results to show

No results to show